Traveling Solo – Suka atau Tidak

Saya emang baru 2x ngerasain pergi sendirian tapi cukuplah bikin saya punya pengalaman yang bisa dibagi untuk kalian yang pengen nyoba pergi sendirian.

Plus

  • Bebas. Bebas sebebas-bebasnya dalam segala hal. Mau ngapain aja, makan apa dan dimana, penginapan yang kayak apa, mau keluarin uang berapa, bebass…
  • Belajar mengasah insting. Kapan mesti bohong, kapan mesti jujur.
  • Lebih mudah dapat kenalan baru.
  • Bisa egois karena cuma mikirin diri sendiri.
  • Belajar mengukur kemampuan diri sendiri.
Jatah 6 orang saya yang pakai semua :D

Jatah 6 orang saya yang pakai semua :D

Minus

  • Terlalu bebas. Nggak ada yang ngingetin untuk jangan belanja, misalnya.
  • Nggak ada teman berbagi. Ga bisa membahas sesuatu yang dilihat di perjalanan.
  • Repot kalau mau ke WC di tempat umum (terminal, bandara, stasiun), karena nggak ada yang jagain tas/kursi :D
  • Harus jaga diri sendiri. Mulai dari jangan mabuk, berpakaian yang baik, jagain barang.
  • Biaya perjalanan lebih mahal karena nggak ada teman sharing.
  • Nggak bisa icip banyak makanan.
tetep bisa dong foto sendirian

tetep bisa dong foto sendirian

Tips:

  • Kasih tau minimal 1 orang dalam keluarga kalau kita akan pergi sendirian.
  • Jangan lupa untuk selalu kabarin posisi kita ke orang terdekat.
  • Update status di sosial media. Membantu orang lain ikut ‘menjaga’ kita.
  • Jangan terlalu asik sama gadget, saat pergi sendiri bgini saatnya ngobrol banyak dengan orang sekitar.
  • Boleh sih nggak punya rencana pasti mau kemana, tapi kita mesti punya info minimal tempat penginapan.
  • Saya nggak pernah ngaku kalau ada yang nanya apakah saya sendirian atau nggak, selalu jawab kalau udah janjian sama X di destinasi tujuan. Nah, saat sudah di lokasi dan di penginapan baru deh ngaku kalo sendirian (kalau ada yang nanya aja sih).
  • Mesti pasang tampang serius atau galak, jangan mesem-mesem atau muka bodoh. Ntar dikerjain.

Meskipun poin minusnya lebih banyak tapi saya sih suka pergi sendirian yah karena ternyata kenikmatannya tidak dihitung berdasarkan kuantitas, cuma memang lebih sreg kalo pergi berdua. Sama cowok. Kenapa? bukan… bukan karena mau nyari jodoh, tapi sama temen cewek itu mesti cari yang klop banget, karena kalau nemu kekurangan baik itu kecil atau besar bisa mengganggu hubungan pertemanan soalnya. Nah, fungsinya si temen jalan cowok ini selain ya ada teman ngobrol dan sharing, ada yang jagain kita, ada yang nyetirin (maklum nggak bisa nyetir), biasanya temen cowok saya suka iba kalau liat saya bawa barang berat jadinya suka mereka yang bawain… Haha.. kadang kala ada saatnya cowok yang mesti nawar/nanya suatu hal dan ada saatnya cewek yang mengerjakan. Saya senang dengan perjalanan yang dilakukan seorang diri meskipun nggak nolak juga kalau ada teman jalan. Kalau kamu?

February 2013
_Vindhya_

About these ads

6 pemikiran pada “Traveling Solo – Suka atau Tidak

  1. Dear Vindhya

    Wah seru banget ya jalan sendirian tapi emang ada plus dan minus point pasti. aku pengen sekali ke derawan dan sayangnya ngga keburu ikutan trip kamu di maret kemaren. Karena perempuan sendiri rada kurang pede juga Tapi akhirnya ada temen lama perempuan juga yang bersedia bareng ke sana. So excited. aku udah email beberapa penginapan tapi sampai skrg belum ada balasan. Bolehkah aku minta info dan contact person di losmen danakan kalo ada email lebih baik. aku udah usaha telpon (dapat dari artikel di internet) tapi tdk pernah diangkat, dan kalo ngga keberatan info cara transportasi dari berau pp. rencananya kami berdua aja tgl 28 Apri sd 1 Mei. I would really appreciate the help . Tks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s