Cirebon: Kuliner & Membatik

Karena bosen amat dengan rutinitas, maka saya pun memutuskan pergi sejenak dari Jakarta. Pilihannya antara Bandung atau Cirebon. Kepengen naik kereta akhirnya diputuskan ke Cirebon, dengan tujuan utama: liat-liat batik di Trusmi dan sedikit wisata kuliner ๐Ÿ™‚

Perjalanan dari Jakarta menuju Cirebon dan sebaliknya menggunakan Cirebon Ekspress (a.k.a Cireks) selama 3 jam. Kereta ini ada 2 macam kelas: Bisnis dan Eksekutif. Kebetulan saya ambil yang eksekutif karena beda harganya juga ngga jauh. Kereta murah meriah ini keadaannya OK kok, meskipun yang pas berangkat kayaknya udah kereta lama. Tapi pas pulang saya dapet kereta yang bagus banget (dan AC super dingin).

Kereta Cirebon Ekspress

Kereta Cirebon Ekspress

Cirebon kan nggak besar dan saat saya pergi kebetulan belom pesan kamar di hotel mana pun, jadi keluar dari stasiun dengan sotoy-nya jalan kaki menuju Jl. Kartini untuk cari-cari hotel. ada beberapa hotel disana: Wisma Bahtera, Hotel Aurora, Central Plaza Cirebon, Grage dan Tryas Hotel. Hotel Aurora kemudian jadi tempat tidur saya selama semalam di Cirebon. Hotel ini sudah cukup lama keliatannya ada di Cirebon, terlihat dari bangunannya. Tapi, kebersihan kamarnya OK dan kasurnya juga enak buat bobo + harganya murah meriah! oya, Hotel Aurora ini ada 2 lokasi: yang lama di Jl. Kartini dan yang baru di Jl. Siliwangi

Kamar di Aurora Hotel

Kamar di Aurora Hotel

Kampung Batik Trusmi

Gerbangnya Trusmi

Gerbangnya Trusmi

letak kampung batik ini di daerah Plered, cukup naik angkot 1x dari sebrang hotel dan sekitar 20 menit kemudian nyampe di lampu merah Plered deh. ย Ada baiknya disambung ke dalam menggunakan becak. Kalau belum punya toko khusus yang di incer, minta aja diturunin di toko yang paling depan kemudian bisa jalan kaki dari satu toko ke toko lain. 2 hari di Cirebon 2 kali juga ke kampung batik ini, dan toko-toko yang saya datangi adalah: Batik Nofa, Batik Serini, Batik Ninik Ikhsan, Anggon dan Putri Masinah.ย Saya sih nggak ngerti apapun soal batik, sekedar suka sama motif dan warna trus harga cocok sih, bungkus! Oya, masih bisa ditawar loh harganya ๐Ÿ™‚

Beberapa motif batik

Beberapa motif batik

Makan-Makan

Nasi Jamblang Mang Doel, Jl. Cipto

Makanan pembuka di Cirebon. Porsinya kecil sebenernya, tp karena mau nyisain untuk makanan lain, pas-lah. Nasi jamblang + sate usus + sambal + tempe dan kuah. nyam!

Nasi Jamblang untuk sarapan. Nyam... nyammm

Nasi Jamblang untuk sarapan. Nyam… nyammm

Seafood H. Moel, Jl. Kalibaru

Makanan saya paling mahal diantara yang lainnya ๐Ÿ˜€ tapi pas dimakan karena malam itu hujan. Seporsi ikan bakar, udang goreng mentega dan sepiring sayur hangat. Kenyang. Tidur pun enak. Oya, seafood ini jualannya mulai jam 5 sore yah!

Menu makanan di Seafood H. Moel

Menu makanan di Seafood H. Moel

Empal Gentong + Empal Asem Amarta vsย H. Apud, Plered

Jadi, sebelum berangkat di list saya mesti coba yang Amarta, tapi hasil ngobrol sama beberapa orang di Cirebon katanya yang enak yang H. Apud. Daripada bingung mending dicoba aja dua-duanya kaaan? ๐Ÿ˜€

Amarta

  • Empal gentongnya cukup berbumbu, tapi lama kelamaan berasa manis di leher.
  • Empal asemnya enak.. tapi kurang asem ๐Ÿ˜€
Empal Gentong Amarta

Empal Gentong Amarta

H. Apud

  • Empal gentongnya bumbunya ngga terlalu berasa seperti Amarta, tapi nggak ada rasa manis di leher.
  • Empal asemnya enak bgt! asemnya pas!
Empal Gentong H. Apud

Empal Gentong H. Apud

Nasi Lengko H. Barno, Jl. Pagongan

Menu sarapan di hari kedua. Tapi saya sih nggak menemukan keistimewaannya ๐Ÿ˜€ isinya tahu, tempe, tauge, daun kucai dan kecap manis.

Nasi Lengko - yang ini kurang enak buat lidah saya

Nasi Lengko – yang ini kurang enak buat lidah saya

Kue Tapel Mbak Lena, Jl. Pagongan

Lokasinya deket dengan si Nasi Lengko. Kue tapel ini semacam kue lekker, tapi isinya pisang yang diancurin dan ditambah gula manis. patut dicoba!

Kue Tapel: pisang + gula

Kue Tapel: pisang + gula

Pasar Kanoman

Saya ke pasar ini untuk beli oleh-oleh, tapi nyatanya malah jajan-jajan. Pasar itu emang harus dihindari kalo ga mau cilaka :pย Ketan, Kue Tapel, Eskrim, icip-icip manisan, dan pepes oncom pun sukses masuk perut saya .Kalian sendiri yang sebaiknya menentukan apakah pasar ini wajib dikunjungi atau tidak ๐Ÿ˜€

Toko Oleh-oleh

Toko Oleh-oleh

Manisan khas Cirebon

Manisan khas Cirebon

 

Jajanan enak di pasar

Jajanan enak di pasar

Nasi Lengko Bi Sum, Jl. Fatahillah – Plered

Hasil ngobrol sama tukang angkot sepanjang jalan menuju Plered, yang ini wajib coba katanya… Dan ternyata apa kata si abang benar adanya. Tempatnya sih sederhana banget, tapi rasanya nikmaaaaaatttt. Bedanya sama si H. Barno, yang ini pake bumbu kacang sedikit.

Nasi Lengko ini enak. Nyummy

Nasi Lengko ini enak. Nyummy

Masih ada beberapa makanan lain yang belum sempet dicoba, seperti: Mie Koclok, Gado-gado Pekalangan, pedesan entog, nasi rames udang dan beberapa jajanan lain di pasar atau pinggir jalan ๐Ÿ˜€ Lain kali kesana pasti akan saya coba.

Selamat jalan-jalan!!!!

Iklan

2 pemikiran pada “Cirebon: Kuliner & Membatik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s