Bukit Lawang, Sumatera Utara (part 1 – on the way)

Bukit Lawang merupakan destinasi ketiga yang saya kunjungi dalam 9 hari perjalanan ke Sumatera Utara. Ketiga dan paling berkesan. Traveling solo merupakan salah satu bucket list saya dan berhasil diwujudkan dalam trip ke Bukit Lawang ini šŸ™‚

Pemandangan di pintu masuk

Pemandangan di pintu masuk

Perjalanan sebelumnya dari Berastagi dan dikasih 2 pilihan untuk menuju Bukit Lawang: pakai travel (Rp. 100.000) dijemput jam 1 siang dan langsung ke Bukit Lawang, perjalanan sekitar 5 jam atau naik bus umum ke Medan (2 jam + Rp. 10.000) dilanjutkan dengan bus umum ke Bukit Lawang (3 jam + Rp. 15.000). Untungnya saya udah nggak tau mau ngapain di Berastagi, jadinya saya memutuskan untuk ke Medan dulu dan ganti bus menuju Bukit Lawang. Bus menuju Medan ada beberapa macam, saya dikasih tau untuk naik yang judulnya “Muria” karena bus itu ujungnya ada di terminal Pinang Baris dimana bus lanjutan untuk menuju Bukit Lawang pusatnya disana.

Perjalanan solo dimulai kira-kira 20 menit sebelum bus masuk terminal. Saya pisah sama teman saya karena dia mau melanjutkan ke area Mesjid Raya. Di dalam bus pun isi penumpangnya hanya saya + supir bus + kenek. Tegang? Banget! Mukanya si kenek yang mesem-mesem nggak jelas dan banyak nanya, ditambah posisi duduk saya yang nggak deket sama pintu (pikiran terburuk saya kalo ada apa2 bisa loncat keluar atau tereak2). Ternyata, muka boleh sangar tapi baik… Tiba di terminal dia anterin saya turun dan titipin ke penjual tiket bus jurusan Bukit Lawang, kemudian dia naik bus lagi dan kembali bekerja. Terima kasih ya, Bang! šŸ™‚

Perjalanan 3 jam menuju Bukit Lawang rupanya naik L-300, bukan bus besar. Berangkat dari Medan hanya ada 2 penumpang, mumpung sepi saya pun awur-awuran jemur baju renang dan handuk šŸ˜€ Tiba di Binjai rupanya ngetem dulu, cukup lama sekitar 30 menit (dan cuacanya panas bangetttt) sampe supirnya dimarahin sama ibu-ibu… Hihihi… kira-kira 1 jam perjalanan dari Binjai suasana mulai berubah, sekeliling adalah hutan karet dan pohon-pohon apa saya nggak tau ditambah mulai terdengar bunyi gemericik sungai ^.^

Menuju gerbang Bukit Lawang

Menuju gerbang Bukit Lawang

Penumpang mulai turun saat makin mendekati Bukit Lawang dan perasaan saya makin sumringah. Turun dari mobil supirnya dengan baik hati bertanya ke saya apa ada yang jemput? saat dia tau saya sendirian dengan sigapnya langsung manggil becak. Jadi dari terminal di Bukit Lawang untuk menuju pintu masuk area penginapan-penginapannya bisa sih jalan kaki mungkin sekitar 25-35 menit, cuma saya males lagipula udah sore jadinya milih naik becak aja (Rp. 5.000 udah standar harganya).

Begitu masuk area Bukit Lawang disambut dengan bunyi air sungai Bahorok dan udara yang sangat sejuk… and from that moment I knew I am gonna love this place šŸ™‚

gemericik air sungai jadi lagu sehari-hari

gemericik air sungai jadi lagu sehari-hari

Iklan

3 pemikiran pada “Bukit Lawang, Sumatera Utara (part 1 – on the way)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s