Travelmates – Penting Nggak Penting

Banyak yang bilang kalau nyari teman untuk jalan-jalan itu susah. Banyak juga yang bilang kalau sahabat terbaik kita belum tentu adalah teman jalan yang terbaik buat kita. Ada juga yang bilang kalau teman jalan itu belum tentu bisa temenan baik sama kita diluar perjalanan. Awalnya gue nggak percaya, lagian kayaknya kok ribet banget sih ya? Tapi lama kelamaan, makin sering pergi makin berasa kalau omongan orang itu ada benarnya. Untungnya, proses eliminasi itu berjalan dengan sendirinya. Teman jalan yang baik buat gue itu adalah teman yang berguna satu sama lain, baik saat sebelum perjalanan maupun saat perjalanan tersebut sedang berlangsung dan akan lebih baik jika tetap berguna setelah perjalanan berakhir. Eh, berguna disini tuh dengan mereka hanya sekedar ingat nama tempat atau harga juga dihitung looh. Hehe…

family trip biasanya banyak drama

family trip biasanya banyak drama

Buat gue, yang namanya mau jalan-jalan awalnya kita mesti samain minat maunya ngapain dan budget yang mau dikeluarkan berapa. Kedua hal ini krusial banget untuk dibahas sebelum perjalanan itu terjadi. Kalo udah sampe kata sepakat nah PR kita berkurang satu deh. Selanjutnya adalah persiapan perjalanan yang dimulai dari survey tiket yang paling baik (baik itu nggak mesti murah), pilih penginapan, itung-itung budget, cari-cari informasi penting apa aja hal yang nggak boleh dilewatkan saat kita di destinasi, dan nyusun itinerary kasar 🙂 Pilihannya adalah bagi-bagi tugas atau kerjain bersama. Untungnya gue udah punya teman yang udah cengli banget deh. Siapa yang cek-cek tiket, siapa yang beli, siapa yang atur itinerary, siapa yang cari info tambahan dan seterusnya.

Nah, buat gue teman jalan ini pun terbagi lagi kategorinya. Haha.. Ribet ya? :p Tapi kita pergi mau senang-senang kan? Teman yang bisa diajak asik pas pergi ke laut belum tentu menyenangkan untuk diajak city tour, teman yang biasa naik gunung bisa jadi akan menyebalkan pas diajak goler-goler diatas pasir. Mau kita sama-sama pecinta wisata kota tapi kalo yang satu maunya belanja terus sementara yang satunya mau ke museum terus, nah itu juga bisa ribut. Ada juga temen jalan yang nggak mau misah akibatnya jadi suka manyun sendiri kalo dia kelamaan nemenin kita (dan sebaliknya). Jadi, masing-masing destinasi tuh ada jodohnya masing-masing. Paling asik kalo nemu temen jalan yang bisa diangkut kemana-mana. Duh, dijaga deh tuh hubungan pertemanannya 🙂

atau justru pergi sama orang nggak dikenal sama sekali!

atau justru pergi sama orang nggak dikenal sama sekali!

Oya, jumlah teman yang pergi dalam sebuah perjalanan ngaruh loh, minimal buat gue. Gue  pernah pergi dengan beragam jumlah orang: 30, 20, 15, 10, 6, 4 dan 2 orang 😀 Yang ideal buat gue adalah pergi dengan jumlah genap antara 2-6 orang. Harus dan usahakan jumlahnya genap. Pengalaman berkata dengan jumlah genap ini enak buat kalo mau sharing makanan, sewa kendaraan dan bagi kamar. Coba deh kalo pergi bertiga trs sewa motor, kan ribet :p

Teman seperjalanan mempengaruhi kualitas perjalanan kalau buat gue, jadi nggak papa deh bilang gue ribet, picky atau apalah yang penting perjalanan gue menyenangkan 😀 Kalau kalian… sudah ketemu dengan travelmates-nya? 🙂

genggong jaya selaras

genggong jaya selaras

February 2013
-Vindhya-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s