3 Mangkuk di Makasar

Makasar itu adalah kota yang penuh dengan daging, daging merah khususnya. Selama seminggu gue di Makasar rasanya sayur yang gue makan hanya sawi di mie titie aja deh, sisanya ya daging merah. Gue sampe bilang ke seorang teman kalau gue akan bawakan dia oleh-oleh KFC karena di Makasar menunya adalah daging goreng tepung ๐Ÿ˜€ *krik*

Sop Sodara Pangkep

nom nom nom

nom nom nom

Sop ini khas dari daerah Pangkep, yaitu makanan berkuah yang dinikmati bersama ikan bandeng bakar. Nah, yang paling juara enaknya ya tentu yang di jalan raya Pangkep, tapi gue nggak dapet kesempatan buat nyobain di tempat aslinya. Sepulangnya dari Ramang-Ramang menuju ke Bantimurung pas banget ada 1 rumah makan yang menyajikan menu ini.

Semangkuk sop daging dengan bihun yang disiram oleh kuah sedikit kental dan dimakan dengan ikan bakar dan nasi putih. Agak kebanyakan lauk banget sih buat gue, karena sopnya sendiri sudah kaya rasa ditambah dengan ikan bakar segala. Sebenernya kita nggak mesti makan ikan bakarnya, tapi kan gue mau coba yang orihinal!ย Buat gue, rasa sop sodara ini enak dan nggak kebayang deh rasa di tempat aslinya kayak gimana. Sementara kata Dewi, temen gue di Makasar, gue wajib banget cobain sop sodara di Pangkepnya langsung dan makan disana diatas jam 12 malam. Kenapa gitu? karena ternyata warung sop sodara ini buka 24 jam dan dia masak beberapa kali dalam 1 hari, makin malam kita datang maka udah dipastikan akan makan sop sodara dengan kuah yang sudah semakin pekat akibat dipanaskan terus menerus, kata Dewi lagi dia kadang suka kesana pukul 2 pagi! *ngecessss*

temen makannya :D

temen makannya ๐Ÿ˜€

Coto Makasar

huru-hara

huru-hara

2 kali gue makan coto di Makasar, yaitu di Jl. Gagak & Jl. Nusantara, dan buat gue yang juara yang di Jl. Nusantara! Astagaaaaa… terpujilah para koki di Coto Nusantara. Perpaduan kuah, isi coto dan burasnya bener-bener bikin merem melek. Siang itu lagi panas-panasnya dan gue baru banget mendarat di Makasar langsung diajak makan siang. Coto Nusantara ini letaknya dipinggir pelabuhan sehingga ruangan rumah makan yang gak besar itu penuh banget dengan pengunjung yang datang silih berganti, pegawai rumah makan yang hilir mudik dan pengunjung yang memesan untuk dibawa pulang.

mangkuk pertama

mangkuk pertama

ngeces! slrruuppp

ngeces! slrruuppp

Coto Nusantara ini kalau di Jakarta kaya soto betawi kali ya? isiannya sama-sama dari jeroan sapi bedanya hanya di kuahnya saja. Kalau soto betawi kuahnya bersantan, sementara coto makasar kuahnya bening tapi penuh dengan rempah *glek. Coto Nusantara disajikan di mangkuk dengan diameter kecil tapi cukup dalam dan di makan dengan buras. Buras ini lontongnya orang Makasar, beras yang dimasak dengan santan dan dibungkus oleh daun dan memiliki bentuk yang pipih. Siang itu, antara sadar dan tidak gue menghabiskan 1,5 mangkuk coto dan 5 buah buras. Hahahahaha *glek*

Pallubasa

menu makan siang yang sempurna

menu makan siang yang sempurna

Pallubasa yang beken di Makasar ada 2, yaitu di Jl. Serigala dan Jl. Onta, sebelum pulang ke Jakarta gue diajak makan ke Pallubasa yang di Jl. Serigala. Kayaknya orang Makasar punya hobi makan diluar rumah ya? karena kemanapun gw pergi dan jam berapapun gw makan semua tempat yang gw datangi selalu ramai! Begitupun dengan Pallubasa di Jl. Serigala ini, dan untungnya kami langsung kebagian tempat duduk.

Nggak jauh beda dengan coto Makasar, pallubasa juga isinya berupa jeroan sapi dengan kuah kental dan taburan serundeng. Pallubasa biasanya dihidangkan di mangkuk kecil dan ditemani dengan sepiring nasi putih. Nah, bedanya lagi dengan coto makasar yaitu kita bisa minta ditambahkan telur mentah di dalam mangkuknya. Karena gw nggak terlalu suka bau asin dari telur jadinya gue nggak mau pake telur dong, tapi ternyata justru disitulah letak enaknya ๐Ÿ˜ฆ Jadi banyak orang yang memilih untuk menikmati 2 mangkuk pallubasa yang dicampur telur dan tanpa nasi, dan katanya rasanya langsung berubah dan jadi semakin gurih. Ah, sayang gue baru tau belakangan ๐Ÿ˜ฆ

tambahkan serundeng + telur mentah *glek

tambahkan serundeng + telur mentah *glek

note: gue sampe ngiler sendiri pas buat blog ini… aaaakkkk…

7 pemikiran pada “3 Mangkuk di Makasar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s